Tuesday, May 11, 2010

Tradisi Melempar Gembok agar Cinta Abadi

Unik tapi Fakta - Mereka percaya, bila nama kekasih dituliskan pada sebuah gembok dan kuncinya dibuang ke sungai, maka pasangan itu akan hidup bersama hingga ajal tiba.

Itulah salah satu berita menarik dari radio BBC beberapa waktu lalu. Lokasi kejadiannya di Kota Roma; pada sebuah tiang lampu jalan di atas sungai Tiber.


BBC melaporkan, gara-gara kebiasaan pasangan kekasih tersebut, Walikota Roma bersitegang dengan kubu oposisi sayap kanan. Walikota Walter Veltroni yang berhaluan kiri mendenda siapa saja yang meninggalkan gembok di tiang lampu di Ponte Milvio di atas sungai Tiber.

Banyak pasangan belia menggantungkan gembok di tempat itu, sebelum kemudian melempar kuncinya ke dalam sungai Tiber. Akibatnya, tiang lampu sarat dengan banyak sekali gembok. Gembok itu dihiasi dengan pesan-pesan pasangan kekasih yang meninggalkannya.

Kebiasaan meninggalkan gembok itu bersumber dari ritual romantis yang tercantum dalam novel Tre Metri sopra il Cielo (Tiga Meter di atas Langit) dan Ho Voglia di Te (Aku Menginginkan Kamu) karya Federico Moccia. Buku-buku yang diterbitkan pada tahun 1992 dan 2006 itu menjadi novel yang sangat populer di kalangan anak-anak muda Italia.

Gembok cinta itu menular ke musik. Penyanyi Tiziano Ferro memproduksi video dan sutradara Luis Prieto mengumumkan pembuatan film tentang fenomena ini. Sebuah penghargaan sastra juga ditawarkan. Penghargaan “Gembok Emas” diberikan di Ponte Milvio setiap tahun tepat pada 14 Februari yang bertepatan dengan Hari Valentine.

Menurut legenda yang sering terdengar di kota Roma, pasangan kekasih akan menghabiskan sisa hidup mereka bersama jika mereka menuliskan nama mereka di sebuah gembok dan menempatkannya di tiang lampu ketiga di Ponte Milvio, yang berasal dari Corso Francia, dan kemudian melemparkan kunci ke sungai Tiber.

Ritual ‘gembok cinta’ ini dimulai oleh anak-anak muda di kota Florence, yang menggantung benda itu di dekat patung pemahat Benvenuto Cellini di Ponte Vecchio, jembatan terkenal di atas sungai Arno. Mereka kemudian melempar kunci ke Arno.

Namun Walikota Florence yang berhaluan kiri, Leonardo Domenici, bosan dengan tugas menyingkirkan gembok sebesar 375 kg setiap tahun dan memberlakukan denda sekitar Rp600 ribu kepada pasangan muda yang mengikuti tradisi ini. Walikota Roma meniru kebijakan tersebut dan memberlakukan denda kepada pelanggar. Dua partai sayap kanan Italia, Forza Italia dan Aliansi Nasional, menuduh sang walikota melanggar hak pasangan kekasih. [www.blogberita.com]

No comments:

Post a Comment