Thursday, June 17, 2010

Pemain Bola Pun Percaya Takhayul

Unik tapi Fakta - Kebiasaan berpikir tentang hal takhayul ternyata terjadi pula pada pemain sepak bola. Mereka seringkali melakukan kebiasaan-kebiasaan khas yang diyakini memberi "berkah" dan bukan "sial" dalam setiap laga.

Di setiap pertandingan, beberapa pemain terbiasa melakukan "ritual" tertentu, seperti yang dilakukan pemain Perancis William Gallas yang selalu meletakkan satu kaus kakinya sebelum pemain terakhir keluar lapangan atau mencium kepala botak Laurent Blanc dan Fabien Barthez.
Pemain Inggris John Terry juga memiliki beragam ritual yang tak pernah dilupakan. Bintang klub Chelsea ini selalu duduk di kursi yang sama saat di bus. Sedangkan, rekannya asal Jerman, Defoe selalu mengatakan potongan rambut yang baru dapat menangkis kemungkinan cedera.
Sementara itu, para pemain Brasil dan Argentina bersumpah bahwa kostum bernomor punggung 10 selalu diberkati dan mengandung kekuatan super, atau paling tidak berkaitan dengan bintang-bintang pendahulu yang telah memakainya.
Tim nasional Argentina pernah mencoba "memensiunkan" kostum bernomor punggung 10 setelah dipakai Diego Maradona hingga sampai tampilnya Lionel Messi. Sedangkan, Zico dan Kaka hingga saat ini selalu melakukan yang terbaik untuk menghormati pendahulu mereka Pele.
Akan tetapi, sebagian dari mereka justru berpikir jauh hingga ke arah alam takhayul. Angka 13 seringkali dianggap sebagai angka sial. Namun demikian, striker Uruguai Sebastian Abreu justru mengaku tenang dengan angka 13 di punggungnya.
Di negaranya, Sebastian Abreu dijuluki "el Loco" gila. "Saya selalu minta nomor (punggung) yang pernah saya mainkan dimana-mana," kata pria asal Botofogo, Brasil ini.
Mario Lobo Zagallo, pelatih sekaligus pemain Brasil adalah contoh lain yang tak percaya kutukan angka 13. "Saya suka angka 13 karena istri saya. Dia berdevosi pada Santo Antonius," ujarnya.
Di Brasil dan Portugis, Santo Antonius diyakini sebagai pelindung pasangan suami istri. Orang kudus ini selalu diperingati setiap tanggal 13 Juni. (kompas.com)

No comments:

Post a Comment