Sunday, February 21, 2010

Ini Dia 'Pesan' Mario Teguh yang Bikin Heboh Itu


Jakarta - Mario Teguh resmi pamit dari akun Twitter yang dia miliki setelah postingannya soal wanita yang merokok dan suka dugem tidak baik untuk dijadikan istri. Sebenarnya, pesan-pesan yang disampaikan sang motivator ini layak juga diperhatikan.

Seperti yang detikcom dapatkan dari penelusuran di Twitter, Minggu (21/2/2010), ada belasan wejangan Mario soal calon pendamping hidup dan wejangan-wejangan baik lainnya.

Berikut sebagian wejangan-wejangan Mario Teguh yang diposting Sabtu (20/2/2010) malam:

1. Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami, dan membangun keluarga yang baik.

2. Jodoh itu di tangan Tuhan. Akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.

3. Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.

4. Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik, atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan selain kebaikan.
(detiknews)

Patung Obama Berdiri Tegak di SD Menteng

Lia Harahap - detikNews

Jakarta - Kini tidak akan ada lagi pihak yang merasa terganggu dengan patung Barry kecil di kawasan Taman Menteng. Setelah minggu lalu dipindah, kini patung itu sudah berdiri tegak di halaman depan SDN Besuki 01 Menteng.

"Ya, alhamdulillah, prosesi pemasangan patung Barry telah dilaksanakan, dan ini sengaja kita kejar dalam penyelesaiannya," ujar Kepala Sudin Diknas Jakarta Pusat Zainal Soleman kepada wartawan setelah prosesi pemasangan patung selesai di SD 01 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/02/2010) dini hari.

Patung dengan tinggi lebih kurang 1 meter ini, terpasang di halaman yang berdekatan dengan pintu gerbang dengan posisi sedikit menyerong ke kiri. Di bagian depan dinding tempat patung berdiri terdapat tulisan 'the future belongs to who believe in the power of their dreams' dan tanda tangan Obama.

"Di atas tulisan itu, nantinya akan kita mintakan tanda tangan dan sedikit pesan dari Obama untuk anak-anak yang bersekolah di sini," tambahnya.

Pihak sekolah juga merasa bersyukur dengan berdirinya patung ini, mereka berjanji akan menjaganya dengan baik. Patung ini kelak menjadi aset untuk sekolah dimana Obama kecil pernah mengenyam pendidikan semasa kecilnya.

"Sekolah diberi kewajiban untuk menjaganya, patung ini sekarang telah menjadi aset sekolah kita, dan kita siap mengemban tugas itu," tutur Wakil Kepala Sekolah Ahmad Solikhin di lokasi.

Tidak ada pengamanan ekstra yang akan dilakukan pihak sekolah pasca berdirinya patung ini. Mereka hanya akan menambahkan 1 buah cctv saja di pekarangan sekolah.

Sebelumnya, saat dipasang di Taman Menteng, banyak pihak memprotes dan mengeluhkan keberadaan patung Obama tersebut. Menjelang kedatangan Obama pada Maret nanti, Pemprov DKI memindahkan patung tersebut ke SD Besuki 01 Menteng.

Farah Quinn Chef Terseksi di Indonesia (Foto Terlengkap)

The Hottest Celebrities News



Biodata
Nama : Farah Quinn
Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 8 April 1980
Tinggi/Berat BAdan : 172/50 kg
Cup size : 36D
Nama Suami : Carson Quinn
Nama Anak : Armand Quinn

Pendidikan :

  • SD di Bengkulu
  • SMP di Jambi
  • SMA kelas 1 di Bandung
  • SMA di Pennsylvania, Amerika Serikat
  • S-1 di Jurusan Finansial Indiana University Of Pennsylvania
  • Kuliah setara D-3 di Pittsburgh Culinary Institut mengambil spesialisai pastri


Prestasi dan Pengalaman Kerja : - Pastry Cook di Restoran Lidia's Pittsburgh

  • The Arizona Biltmore Resort, Phoenix, Arizona
  • Mengikuti World Pastry Championship dan mendapatkan Kesempatan Belajar memasak pada Chef Ewald Notter and Colette Peters
  • 2005, Diundang ke G-8 Summit di Sea Island Georgia, membikin makanan penutup untuk Ibu Negara Laura Bush dan delegasi dunia lain di bawah bimbingan Chef James Mullaney
  • 2005, membuka restoran bintang empat Camus di Hotel Butik Di Phoenix, dijual ke Hotel Itu pada Tahun 2007.







Orang Indonesia Pertama Penghisap Rokok

Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan “rokok obat” ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi “keretek”, maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan “rokok kretek”. Awalnya, kretek ini dibungkus klobot atau daun jagung kering.

Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek “Tjap Bal Tiga”. Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok “klobot” (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.
(http://ladybarefoot.wordpress.com/)

Fakta Unik Tentang Angka

Ternyata angka atau bilangan dengan menggunakan bahasa Indonesia memiliki struktur atau pola yang unik dan mungkin tidak akan ditemukan di bangsa lain. Hanya di Indonesia.

Setiap negara bangsa, negara dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh. Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.
Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah teman-teman masing-masing dari satu sampai sepuluh maka kadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Mungkin tergantung dari enaknya di lidah atau di telinga.

Langsung saja. Di sini saya bukan mengajarkan Anda berhitung tapi coba perhatikan deretan angka-angka di bawah ini.

1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan

Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila diumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.

Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Terurut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlah dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.

Tidak sampai disitu, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S. Yang pernah membaca Matematika Alam Semesta, Perlu ditambahkan bahwa 19 adalah angka TUHAN

Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).

Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada diantara Empat dan Enam (pembenaran lagi).

Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).

Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.

Ternyata, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja dikertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat maka kamu bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Tada…. Kamu pasti bisa lihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung. (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).

Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Lalu bagaimana dengan di Malaysia yang juga memakai bahasa yang sama? Ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan. Jadi pola ini hanya milik Indonesia. Jangan sampai diklaim juga sama mereka. (http://ladybarefoot.wordpress.com/)

Saturday, February 20, 2010

Beredar Foto Mesra Manohara





Kapanlagi.com - Belum resmi lepas dari pangkuan Tengku Muhammad Fakhry, tampaknya api asmara Manohara Odelia Pinot kembali berkobar. Ia diisukan tengah dekat dengan seorang pria berinisial AM. Kabar yang berhembus tersebut coba ditelusuri kebenarannya oleh tim KapanLagi.com. Awak reporter langsung mencoba mendatangi kediaman Manohara di kawasan Jl. Anggrek Rosalina, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (18/2).

Sesampainya di kediaman Mano, seorang pria yang mengaku bernama Enggo keluar menyambut kedatangan KapanLagi.com - yang lantas mengutarakan niat untuk bertemu dengan Monahara ataupun ibundanya, Daisy Fajarina, untuk mengklarifikasi kebenaran kabar kedekatan Mano dengan AM.

Setelah mengiyakan, tak berapa lama kemudian Enggo masuk ke dalam rumah untuk menyampaikan niat yang diajukan. Dan setelah menunggu, Enggo muncul memberikan kabar kalau Daisy ataupun Mano tidak bisa diwawancarai. Enggo mempersilahkan untuk menelepon terlebih dahulu dan membuat janji.


Merasa tidak puas dengan jawaban Enggo, awak reporter lalu melobi sambil menunjukkan foto-foto kemesraan seorang wanita yang diduga adalah Manohara dan AM kepada Enggo. Setelah melihat secara seksama, Enggo pun berkomentar, "Foto itu memang ada kemiripan dengan Mano, tapi kalau dilihat sepertinya bukan. Dari rambutnya saja sudah beda," tutur Enggo.

Dari lima buah foto yang diperlihatkan, Enggo mengaku tidak mengenal laki-laki yang ada di foto tersebut. "Laki-lakinya saja saya tidak kenal," ujarnya tanpa mau membahas lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, baik Manohara maupun Daisy tidak bisa diganggu. Mano terlalu capek karena baru pulang Subuh tadi, sedangkan dari Daisy sendiri meminta untuk menelepon dirinya di malam hari saja.

Ternyata Pejabat Ternyata Pandai Bermain Ketoprak

Liputan6.com, Jakarta: Meski disibukkan dengan pekerjaan kantoran, sejumlah pejabat yang tampil dalam pentas ketoprak di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (20/2), bermain sangat natural. Ini dibuktikan Direktur BRI Bambang Soepeno, Staf Khusus Presiden Heru Lelono, dan Direktur Utama PT Indofarma Sudibyo. Mereka memainkan lakon bertajuk "Kabut di Banyu Biru".

Di pentas, lelucon mengalir lancar. Ketiga pejabat pandai berimprovisasi. Sudibyo berperan sebagai Ki Ageng Soradipayana, Bambang memainkan tokoh Ki Ageng Lembusura, dan Heru berperan sebagai Sultan Trengana.

Apa yang membuat mereka tertarik dengan kesenian tradisional ini? "Sebagai persiapan pensiun nanti aku main ketoprak," ujar Bambang Soepeno. Keyakinan itu muncul mengingat dirinya sudah punya banyak kenalan pemain-pemain ketoprak.

Pelakon ketoprak, Eko DJ, memuji penampilan ketiga pejabat itu. "Beliau-beliau itu bahkan sudah lebih pintar dari kita," puji Eko. Semoga penampilan para pejabat ini membantu pelestarian budaya bangsa.(AIS)